Film Pendek
NATALAN (December)
Sutradara : Sidharta Tata
Durasi : 28 menit
Rumah Produksi : Kebon Studio Film
Sinopsis :
Pulangnya seorang anak laki-laki bernama Resnu yang berjanji akan merayakan misa malam Natal bersama ibunya di Yogyakarta. Kegelisahan dan rindu terhadap ibu menyesaki pikiran Resnu selama perjalanan dari Jakarta bersama istrinya
Pengorbanan sang ibu yang sia-sia
Natal memang adalah hari spesial bagi kaum beragama Katholik dan Kristen. Hari raya ini merupakan hari dimana para keluarga berkumpul merayakan kebersamaan dan kebahagiaan. Film ini menggambarkan perasaan seorang ibu yang menanti-nantikan kedatangan putra tunggalnya bersama sang istri. Sepanjang film kita diperlihatkan sudut pandang sang Ibu dan sudut pandang Resnu. Perasaan kangen ditunjukan oleh sang ibu yang kita dapat lihat menyiapkan kedatangan Resnu di rumahnya, sampai repot-repot belanja berbagai bahan masakan. Disisi Resnu kita diperlihatkan perang batin yang dialaminya ketika perjalanan dari Jakarta bersama istrinya. Resnu sendiri meskipun terlihat diam tapi kita dapat merasakan konflik yang dia rasakan dimana dia harus memikul beban yang berat dan kekecawaannya terhadap sang Istri. Hal ini dapat dirasakan segala kalangan, bukan hanya kaum Katholik dan Kristen saja. Keputusan untuk memilih destinasi pulang kemana dapat dirasakan seluruh kalangan terutama pada hari raya Idul Fitri juga. Kekecewaan tentunya bisa dirasakan pada Resnu dan Ibunya pada akhir Film, dimana Resnu harus mengikuti keinginan sang Istri dahulu yang ingin pergi ke Solo dan tidak sempat datang ke Jogja menemui ibu Resnu. Dialog terakhir dari sang Ibu benar-benar menyentuh hati dimana sang Ibu berkata “Yowes, ora popo.. aku durung cepak – cepak opo opo kok”. Menandakan kerelaan sang ibu yang sudah terlanjur menyiapkan segala hal untuk kedatangan Resnu dan akhirnya hanya sempat memberi selamat lewat telepon saja dengan perasaan sedih.
Kesedihan yang diambil dengan indah
Sinematografi film ini benar-benar indah. Kontras yang bersatu dapat diambil dengan bagus dan membuatnya penuh makna lebih bagi penonton. Komposisi gambar yang menunjukan keindahan – keindahan lokasi film ini, termasuk lokasi pasar yang diambil dengan banyak Close up dan Medium Shot membuat perasaan ramai di pasar. Serta keindahan momen ketika Resnu makan bersama keluarga sang istri kontras dengan meja makan sang ibu yang sepi benar – benar menyentuh hati dengan perasaan sedih.

